Jum'at, 8 Mei 2015. Pagi itu Aku begitu bersemangat dan bergairah, kenapa? karena hari ini Aku akan terbang menuju ke negara tetangga yaitu Singapura. Aku beserta Istri tercinta dan keluarga kecil kakak perempuanku. kami bertujuh berangkat dari Kota kelahiranku yaitu Serang sekitar 10.00 WIB. yang luar biasa dari perjalanan ini kakak perempuanku membawa suami serta 3 orang anaknya untuk ikut termasuk anaknya yang bungsu yang masih berumur 1thn. Pagi itu cuaca cerah dan sangat mendukung untuk melakukan perjalanan. kami tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terminal 3 sekitar pukul 11.30 WIB diantar oleh kakak ke-3 ku yang laki-laki dan Ibuku. sudah lama sekali sejak terakhir aku bepergian menggunakan pesawat. kali ini Aku menggunakan maskapai penerbangan AirAsia tujuan Jakarta-Singapura dengan nomer penerbangan QZ266. ada hal tidak terduga saat melakukan cekin, karena melakukan pemesanan Via online, Aku baru tahu jika ternyata pajak masuk bandara belum dibayar saat pemesanan tiket sebesar Rp 900.000 untuk 6 penumpang, bayi masih gratis. setelah melakukan scan passport pada mesin cekin otomatis di dekat konter
AirAsia dan melakukan pembayaran pajak kami dihadapkan kembali pada masalah koper yang kami bawa. ternyata tiket yang kami beli belum termasuk penyewaan bagasi. YaAllah akhirnya kami harus beli bagasi di konter AirAsia langsung yang harganya sudah pasti lebih mahal daripada membeli via online diwebsitenya. untuk sewa bagasi 3 koper mungkin beratnya lebih dari 30Kg kami diharuskan membayar Rp 600.000 , untuk dorongan bayi gratis. yups pada akhirnya ini bukan lagi menjadi perjalanan yang hemat ha..ha..ha..
harusnya kami bisa lebih hemat dengan membawa satu atau dua koper ke dalam kabin pesawat, kalau tidak salah berat maksimal tidak boleh melebihi 7 Kg yang boleh dibawa masuk ke dalam pesawat. tapi khawatir barang-barang berbahan cair seperti parfume dan peralatan mandi disita petugas imigrasi akhirnya kami memilih untuk memakai bagasi. tapi satu saran dari Aku pesan bagasi secara Online itu lebih murah daripada beli langsung di bandara.
Penerbangan di jadwalkan pukul 14.05 WIB, karna masih lama kami memilih untuk makan siang terlebih dahulu. kami makan di Cafe Laras dekat dengan imigration check-in. kami mendapat kesan yang kurang baik saat makan disini. setelah menunggu pesanan lebih dari 30 menit, hanya minuman yang baru disajikan terlebih pelanggan yang datang setelah kami lebih cepat dilayani daripada kami. akhirnya karena sudah terlanjur kesal ditambah waktu penerbangan sudah hampir tiba, akhirnya kami memutuskan untuk membatalkan semua pesanan dan hanya membayar minuman serta sandwich yang sudah terlanjur jadi saat kami hendak pergi. dan yaampung harga segelas teh manis disana mahal luar biasa Rp 15.000/gelas. dengan rasa yang sama tidak ada yang special. harus hati-hati bagi teman-teman yang akan makan didalam bandara, ini harusnya bisa jadi pelajaran bagi kita semua.
saat pemeriksaan dibagian imigrasi satu botol minum kami disita, sungguh menyebalkan. pesawat sempat mengalami keterlambatan dari yang di jadwalkan pukul 14.05 WIB akhirnya berangkat sekitar pukur 15.15 WIB.
penerbangan dari Jakarta ke Singapura cukup nyaman dan menyenangkan. sangat asyik melihat pemandangan langit dari balik jendela pesawat. melihat hamparan daratan serta awan yang indah karya spektakuler Sang Maha Pencipta. akhirnya Pilot mengumumkan bahwa pesawat sudah memasuki wilayah Singapura dan akan melakukan pendaratan di bandara International Changi Singapura. pesawat mendarat pukul 16.45 WIB atau sekitar pukul 17.45 waktu Singapura. ada perbedaan waktu sekitar satu jam antara Jakarta dan Singapura. kami Sempat bingung harus mengambil koper-koper kami dimana? karena ini pertama kali kami ke Singapura dan setiap bandara berbeda-beda. setelah memperhatikan bandara beberapa saat akhirnya kami melihat tanda dengan tulisan "Arrival" yang artinya "kedatangan" dilangit-langit bandara. akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti petunjuk tersebut yang ternyata mengarah ke bagian imigrasi di lantai bawahnya. jarak dari terminal satu ke bagian imigrasi cukup jauh, tapi tenang dibandara ada eskalator datar yang memudahkan kita sehingga tidak terlalu lelah berjalan. antrian kedatangan di bagian imigrasi Changi cukup ramai, dibagian imigrasi kita diharuskan memperlihatkan Passport dan kertas pendaftaran yang diberikan oleh pramugari didalam pesawat.
 |
| Changi airport |
 |
| eskalator datar di dalam bandara |
Setelah melewati bagian imigrasi akan terlihat petunjuk arah bertuliskan "Baggage" . saat pengambilan bagasi kami sempat kecewa karena dorongan bayi milik kaka saya mengalami kerusakan dibagian penahan dudukan bayi. ada bagian yang patah, namun tidak ada pertanggungjawaban dari pihak maskapai. awalnya kami berniat untuk menggunakan SMRT dari bandara menuju ke hotel, tetapi karena cukup lelah dan anak-anak khawatir mulai merengek akhirnya kami memutuskan naik taksi, kami bertujuh tidak mungkin menggunakan satu taksi, ternyata dibagian penggunaan taksi di changi ada taksi yang muat sekaligus mengangkut 7 orang, walaupun pun terkesan cukup mahal. kami menaiki Taksi Alphard, cukup mewah dan nyaman, dari changi menuju hotel kami di Tyrwith dekat SMRT Lavender kami membayar sekitar SGD 47.00, lumayan mahal kalau dirupiahkan. dollah pertama yang kami keluarkan :D
saat menukarkan Dollar singapure di Money Changer di Serang saat itu SGD 1.00 = Rp 9.825 sangat lemah sekali Rupiah kita terhadap Dollar Singapura.
kami menginap di Arton Boutique Hotel, hotel sesuai dengan harganya, cukup nyaman dan bersih plus ada kita mendapatkan akses Wifi gratis selama dihotel. akses Wifi dapat kita nikmati hingga didalam kamar. resepsionis hotel juga cukup ramah tapi anda harus menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi. fasilitas yang didapat di kamar hotel yaitu, TV kabel (walaupun tidak banyak channel), Akses Wifi yang cukup cepat, kamar mandi shower + wastafel dilengkapi air panas, perlengkapan kamar mandi cukup lengkap (sempat terpikir harusnya tidak usah membawa sabun, shampoo dsb ha..ha..) snack dan kasur yang nyaman dan empuk. pingtu kamar menggunakan card acces, dapat 2 card.
 |
| Di Depan Arton BoutiqueHotel |
|
 |
| Tyrwhitt Rd, nama jalan Hotel |
|
ternyata daerah tempat kami menginap cukup sulit untuk mencari makanan Hallal. kebanyakan tempat makan di sekitar hotel chinesse food dan tidak hallal. hanya 7eleven dekat dengan hotel jika ingin membeli minum dan snack. setelah searching-searching ternyata hotel tidak jauh dari mustafa center, mungkin sekitar 10-15 menit berjalan kaki. malam itu kami sudah sangat lapar akhirnya kami memutuskan pergi ke mustafa center untuk hunting makanan Hallal. tapi ternyata saat kami tiba di lampu merah Chickener Rd kami melihat rumah makan India yang bertuliskan Hallal. rumah makan ala pinggir jalan bernama Mufiz. kami memesan Nasi Goreng Seafood, mee Hongkong, Pratta egg dan satu teh tarik total yang harus dibayar sebesar SGD 14.80. fiuuhh jika dirupiahkan jadi mual rasanya haha..tapi gak bakalan nyesel, untuk rasa ok kok. tapi untuk ukuran disingapura itu terbilang masih murah. setelah makan Aku dan istriku memutuskan untuk melihat mustafa center terlebih dahulu, kakakku sekeluarga memutuskan untuk pulang ke hotel beristirahat karena anak-anak tampak sudah kelelahan berjalan dari hotel untuk mencari makan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
dimohon untuk slalu memberi komentar pada tiap postingan yang anda baca,,biar adminnya tambah semangat ^_^ thanks atas kerjasamanya.