Malam Kedatangan pertama kami habiskan mencari tempat makan dan jalan-jalan di sekitar Mustafa Center. kaalu di Jakarta mungkin seperti Tanah Abang. terdapat beberapa pintu masuk ke Mustafa Center, Aku dan Istriku hanya menghabiskan waktu untuk berkeliling di dalam Mustafa Center dan melihat souvenir - souvenir khas Singapura yang di jual di sana. banyak sekali Souvenir unik dan keren seperti miniatur patung Merlion, gantungan kunci, jam dan lain-lain. Tapi kami tidak berbelanja karena ini masih hari pertama dikhawatirkan khilaf dan uang amblas hahaha..
dari kabar yang kami dengan untuk harga souvenir Mustafa center masih terbilang mahal dibandingkan dengan di daerah Bugis. kecuali untuk toko-toko kecil di pinggiran jalan sekitar Mustafa Center harga relatif murah seperti tas 10 SGD dapat 3. yang masih teringat jelas di Mustafa Center adalah Toiletnya yang kotor tak terawat. tapi tidak semua ya, yang satu ini khusus di lantai tempat menjual souvenir, kamar mandi sangat kotor dan tidak tersedia tisue dan air. jadi jijik kalau diingat lagi hufftt..jadi bagi yang sedang berbelanja souvenir di Mustafa Center, sebaiknya bawa botol airmineral dan tisue kalau tidak ya resiko tanggung sendiri. :P
computer,games,music,download music & movie,music lyric,comic,novels,literature,poetry,tutorial,tips & tricks,share,bisnis online and much more.
Sabtu, 20 Juni 2015
JELAJAH SINGAPURA PART.2 "EKPLORASI"
Jumat, 22 Mei 2015
JELAJAH SINGAPURA PART.1 "ARRIVAL"
Jum'at, 8 Mei 2015. Pagi itu Aku begitu bersemangat dan bergairah, kenapa? karena hari ini Aku akan terbang menuju ke negara tetangga yaitu Singapura. Aku beserta Istri tercinta dan keluarga kecil kakak perempuanku. kami bertujuh berangkat dari Kota kelahiranku yaitu Serang sekitar 10.00 WIB. yang luar biasa dari perjalanan ini kakak perempuanku membawa suami serta 3 orang anaknya untuk ikut termasuk anaknya yang bungsu yang masih berumur 1thn. Pagi itu cuaca cerah dan sangat mendukung untuk melakukan perjalanan. kami tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta terminal 3 sekitar pukul 11.30 WIB diantar oleh kakak ke-3 ku yang laki-laki dan Ibuku. sudah lama sekali sejak terakhir aku bepergian menggunakan pesawat. kali ini Aku menggunakan maskapai penerbangan AirAsia tujuan Jakarta-Singapura dengan nomer penerbangan QZ266. ada hal tidak terduga saat melakukan cekin, karena melakukan pemesanan Via online, Aku baru tahu jika ternyata pajak masuk bandara belum dibayar saat pemesanan tiket sebesar Rp 900.000 untuk 6 penumpang, bayi masih gratis. setelah melakukan scan passport pada mesin cekin otomatis di dekat konter
Selasa, 29 Januari 2013
Cara Memasak telur rebus ala seorang jenius??
Senin, 19 November 2012
Domain co.cc di banned google
beberapa hari belakangan sempat aneh liat browser yang sudah di set untuk menampilkan blog ini sebagai homepage kok begitu browser di klik malah muncul tampilan error bukan muncul halaman blog ini. awalnya gw ga curiga, mungkin koneksi lagi bermasalah atau apalah kemudian gw lanjut ngenet buka2 yang lain. kebetulan pas hari ini gw buka laptop gw tercinta eh blog gw ko ga nongol lagi. tampil pesan oooppss dari google. nah lo, ini kenapa ya??
Selasa, 04 September 2012
Transit Medan Lanjut Ke Aceh Part 1
Hmmm...sudah lumayan lama tidak posting di blog, yah karena kesibukan yang cukup menghabiskan waktu dan pikiran akhirnya berimbas pada terbengkalainya blog ini. tidak hanya itu permasalah didunia perdownloadan pun membuat saya malas untuk mengupload. mungkin next time akan dilanjutkan kembali proyek Filmnya.
Yups seperti judul diatas, paska lebaran saya melakukan perjalanan ke Aceh dengan anggota berjumlah 4 orang termasuk saya. ke 4 orang tersebut adalah Saya, MY Mom, MY Grandma, and adik saya yang paling bungsu imel. hehehe..kami berangkat dalam rangka silaturohim ke rumah keluarga di Aceh, kebetulan Teteh saya yang ke dua sudah berangkat duluan sebelum lebaran, sambil silaturohim sambl jalan-jalan. menurut peribahasanya sih menyelam sambil minum air hehehe...
Perjalanan kami rencanakan dari sebelum lebaran. kami berencana terbang dari Bandara Sukarno-Hatta pada hari Jumat tanggal 24 Agustus. setelah pencarian tiket berhari-hari akhirnya kami berhasil mendapatkan tiket dengan harga total Rp 2.3 jt termasuk asuransi perjalanan untuk 4 orang tujuan Bandara Polonia Medan. kami terbang menggunakan pesawat Lion Air pada pukul 06.00 WIB dan tiba di bandara Polonia Medan Pada Pukul 08.00 (sepertinya lewat tp lupa lewat berapa hehe..) Jakarta-Medan hanya sekitar 2 jam penerbangan. ini merupakan penerbangan pertama bagi Saya, yang Saya sesalkan Saya duduk di bangku paling jauh dari jendela Pesawat. pesawat yang saya naiki memiliki kursi 3 kanan 3 kiri. pengalaman terbang perdana merupakan pengalaman yang mengasikkan bagi saya (Kampungan hehehe..:P).
Dari Bandara kami melanjutkan perjalanan menuju Hotel di jalan Gajah Mada. perjalanan kira-kira 30 menit dari bandara menggunakan taksi bandara. harga normal tiket taksi dari bandara Rp. 60 ribu, hanya saja karena masih suasana lebaran maka kami harus membayar sebesar Rp. 70 ribu setelah tawar menawar. Di Medan rencananya kami akan menginap semalam kemudian keesokannya melanjutkan perjalanan ke Aceh menggunakan Bus. Kami menginap di Hotel Transit di jln. Gajah Mada. Lumayan nyaman dan harga kamar permalam pun murah, harga berkisar dari Rp. 150-180 ribu perkamar tergantung jenis ukuran kamar. tapi tak perlu kaget jika agan sekalian menginap disana dan makan breakfast Nasi goreng gratis yang hambar menurut saya, namanya juga hotel kelas melati hehe..:P kalau mau makan enak di samping hotel ada rumah makan padang. bagi yang berkantong tebal tak jauh dari situ di perempatan lampu merah ada hotel bintang tiga.
Tiba dihotel kami beristirahat sebentar melepas lelah dan kantuk. kondisi saat itu memang cukup mengantuk karena kami harus berangkat dari Serang banten sekitar pukul tiga dini hari ke Jakarta. oh ya bagi yang ingin berinternet di hotel jangan khawatir, hotel menyediakan fasilitas hotspot gratis. password tinggal kalian tanya ke petugas hotel dah. hari itu kami berencana untuk jalan-jalan sebentar mengenal kota Medan ibukota Sumut. rencana sih ingin mampir ke danau Toba, tapi ternyata jaraknya cukup jauh dari tempat kami berada. terpaksa mengurungkan niat. akhirinya sehabis jumat kami berempat pergi ke pajak ikan kalau orang sana bilang (kalau tidak salah), tapi bukan pasar ikan, yah semacam pusat perdagangan. dan jangan lupa mencoba naik beca motor tapi sebelum brangkat ada baiknya tawar menawar harga dulu deh. bisa dikasih mahal atau malah diputer-puter seperti kami..hehe.. ke pasar tarif biasa cuma Rp. 5000 dari hotel.
dari pasar kami langsung berpusing (kalau kata orang malaysia hehe)ke Istana Maimun. setelah sempat di putar-putar dan ditipu-tipu oleh abang becak motor akhirnya tiba juga. sempat adu mulut karna abang becak motor minta harga tinggi Rp. 70 ribu. gilaaa..akhirnya dengan masih sewot diambil juga uang Rp. 30 ribu yang saya kasih hehe..tarif normal naik beca motor dari jln. Gajah Mada ke istana Maimun langsung katanya sih Rp. 20 ribu. yah beda tipislah hehe..tiket masuk istana Rp. 5000 perorang. istana Maimun merupakan salah satu objek wisata terkenal di medan yang banyak dikunjungi..dari Istana Maimun kita bisa naik Angkot nomor 64 warna kuning pulang ke Hotel, murah cuma Rp. 3000 perorang :D..(seharusnya berangkat naik angkot juga biar murah..)..
bersambung...
Senin, 28 Maret 2011
Cinta Satria Bagian Akhir
Sebulan Aku menjalani hidup hampir tanpa semangat. Untung masih ada sahabat-sahabatku yang setia menghibur. Mereka semua marah bahkan benci setelah kuceritakan semua kejadiannya. Bahkan mereka semua hendak melabrak Ka Satria tapi kucegah. Mereka mengatakan Aku bodoh dan idiot tapi Aku tak perduli. Aku tak mau kehilangan Ka Satria. Ka Satria tetap memperhatikanku walaupun kadang ketika kami sedang berbicara pacarnya yang satu lagi
menelpon dan minta di jemput, Ia pun langsung pergi meninggalkan Aku sambil minta maaf tak berguna. Memang selingkuhannya (aku lebih senang menyebutnya selingkuhan dari pada pacar ke dua) Ka Satria lebih cantik dariku. Tapi Aku lebih tulus dari dia. Tak jarang Ka Satria bertanya padaku apakah Aku sudah dapat pacar baru? Sambil tersenyum kecut Kujawab belum ada yang cocok. Bagaimana mungkin Aku dapat mencari cowok lain jika hatiku hanya untuknya.
Dua bulan Aku hidup Dalam derita dan tanpa pegangan serta airmata. Sahabat-sahabatku pun tak lelah menghiburku. Lalu salah satu sahabatku Lidia menyarankan Aku untuk memikirkan lagi hubunganku dengan Ka Satria dan bertanya pada diriku sendiri apa Aku bahagia seperti ini? Apakah ini yang Aku mau? Kemudian setelah Aku selesai memikirkan itu semua ambil keputusan tegas yang tak akan membuat hidupku menyesal selamanya. Aku pun tersadar dengan kata-kata Lidia. Seminggu aku tak masuk Kuliah dan menyendiri memutuskan kontak dengan semua termasuk Ka Satria. Aku kembali mencoba memikirkan ulang hubunganku dan bertanya pada diriku sendiri apakah Aku bahagia bersama Ka satria? Ya dulu aku bahagia tapi tidak Kini. Akupun bertanya kembali pada diriku, apakah Aku mencintai Ka Satria? Dan Akupun menjawab Ya, tak diragukan lagi. Tapi apakah harus begini caranya. Menangis setiap hari dikamar dan berpura-pura tegar dihadapan sang pujaan seolah tak ada yang terjadi. Lebam mataku akibat seringnya aku menagis. Aku pun muak dengan semua ini tapi Aku tak berdaya. Aku terlalu rapuh. Hingga suatu malam Nita mengirim SMS padaku yang berbunyi “Sinta untuk apa kau buat dirimu dalam penderitaan. Cinta itu tak selamanya Harus memiliki. Dan jodoh itu di tangan Allah SWT, apakah kau tak percaya pada Allah SWT, apakah Kau tak percaya pada Takdir, Kau menderita tapi bagaimana jika nanti Ia bukan jodohmu? Dan meski pun Kau lepas Dia. Jika Dia memang jodohmu, Dia pasti akan kenbali padamu. Percayalan Sin, Kamu engga pantes seperti ini. Kamu layak bahagia karena Kamu itu orang baik. Kami semua sahabat-sahabatmu selalu ada untukmu. Nita”.
Aku menangis membaca SMS dari Nita. Akhirnya mataku terbuka. Aku selama ini telah dibutakan oleh cinta yang tak layak Aku pertahankan. Aku pun menguatkan hati dan bertekad besok Aku akan menyudahi semua penderitaan ini. Keesokkan harinya Aku pun pergi ke Kampus setelah menyendiri satu minggu lamanya. Sesampai di Kampus Aku langsung mengirim SMS kepada Ka Satria meminta bertemu di taman Kampus. Tak lama setelah Aku sampai ditaman Kampus Ka Satria pun datang. Dengan wajah ceria seperti biasa dan tanpa dosa.
“Hai Sin kemana aja nih satu minggu ngilang”. Sapanya sambil turun dari motor.
“Aku kangen banget sama Kamu” sambil berjalan menghampiri Aku. Kemudian ia pun duduk di sebelahku.
“Lagi males aja ke Kampus” jawabku datar. Raut muka Ka Satria sempat berubah heran dengan sikapku.
“Ada apa nih, kangen juga ya?” candanya sambil menyenggol lenganku.
“Ada yang pengen Aku omongin tentang hubungan kita” tuturku serius tak peduli candaannya.
Ka Satria sempat terkejut lalu bertanya lagi “Memang ada apa sama hubungan kita? Ada yang salah?” Tanyanya lagi tanpa rasa berdosa. kayak orang bego nih anak pikirku dalam hati, masa engga ngerasa.
“Tentu ada yang salah”. Kataku mengepalkan tangan menahan emosi.
“Sudah lama hubungan kita ini ada yang salah” suara ku mulai sedikit meninggi.
“sejak Kaka selingkuh, hubungan kita udah salah” lanjutku.
“Tapi akukan engga selingkuh” jawab Ka Satria membela diri. ”Aku kan udah minta ijin dari kamu. Dan Kamu setuju”
“Dan Aku juga engga ngelarang kamu pacaran lagi”. Lanjutnya dengan gaya sok tak bersalah.
“Itu memang salah satu kebodohanku” aku mengakui. “Tapi sekarang Aku sadar, Aku telah dibutakan oleh cintaku” lanjutku dengan nada marah dan penyesalan.
“Aku hanya dapat memberikan satu kesempatan terakhir pada Kaka”
Aku sudah membulatkan tekad. Keputusanku sudah final. Sambil menghirup napas dalam-dalam akhirnya aku pun mengatakannya.
“Pilih salah satu diantara kami” aku pun mengajukan pilihan pada Ka Satria. Berharap akhirnya Dia akan memilihku.
“Apa-apaan sih Kamu?” tanyanya dengan nada mulai emosi.
“Pilih salah satu diantara kami. Aku atau Dia” tegasku.
“Pokoknya Aku ingin kalian berdua” jawab Ka Satria.
“Aku tetap Cinta Kamu walau ada Dia. Engga ada yang berubah”. Sambil mencoba menggenggam tanganku. Aku pun langsung menarik tanganku menjauh.
“Kalau begitu sekarang kita Putus..” ujarku dengan tegas sambil langsung berdiri.
“Dan setelah ini tak ada yang perlu di rundingkan lagi jika Kaka engga berubah” tak terasa airmataku mengalir jatuh meluncur melewati pipiku tak mampu Aku tahan.
“Kamu engga serius kan?” tanyanya dengan lembut mencoba merayuku.
“Oke deh Aku bakal lebih sering sama Kamu daripada Dia, Janji!”rayunya lagi. Dengan kecewa Aku langsung berbalik dan melangkah pergi. Dari belakangku, ku dengar Ka Satria berteriak “Kau akan menyesal Sinta. Dan Kau pasti akan kembali padaKu”, Aku berhenti dan kemudian berbalik. Kutatap wajahnya lekat-lekat. Ku lihat Ia tersenyum puas menyangka Aku akan berjalan kembali padanya. Kemudian Aku pun berteriak “Aku tak akan menyesal, dan Aku tak akan menangis lagi. Tidak untuk Mu”. Kemudian Akupun berbalik kembali dan berlari pergi.
Inilah aku sekarang. Mengurung diriku dikamar sambil menangis sekencang-kencangnya. Kamarku tempat bersembuyi dari kejamnya dunia dan pelampiasan segala kekecewaanku. Aku tak mampu menahan kesedihanKu setelah tadi putus dari Ka Satria. Aku memang sangat mencintainya. Aku akui. Tapi Akupun sadar Aku tak bisa terus hidup seperti ini. Akupun berusaha menenangkan diriku sambil beristigfar. Beberapa saat kemudian Aku pun kembali tenang dan pikiranku pun kembali jernih. Ada sebersit perasaan lega dalam hatiku, dan membayangkan muka Ka Satria yang shock ketika mendengar Aku tak akan menyesal putus darinya membuat ku tersenyum sendiri. Sambil menghapus air mata Aku pun tersenyum penuh kemenangan entah mengapa. Mungkin karena akhirnya Aku berhasil melepaskan diri dari ikatan cinta Ka Satria, yang selama ini telah membutakan nuraniku. Satu hal yang kupelajari dari semua ini bahwa orang seperti Ka Satria tak pantas untuk ku cintai dan benar kata Nita Aku tak pantas menderita untuknya. Jodohku yang diberikan Tuhan masih ada diluar sana, jodohku cinta sejatiku. Aku akan terus mencarimu belahan jiwaku.
Fin……………….senin, 7 April 2008. 13.40 Revisi 1,19 september 2008
revisi 2,24 February 2011
Selasa, 22 Maret 2011
CInta Satria Bag.2
”oh hai Sinta. Ini Ka Satria yang tadi siang ketemu di kantin masih inget engga?”
“atau jangan-jangan udah lupa ya?” jawabnya dengan nada bercanda.
Sedikit terkejut tapi akhirnya kujawab juga ”oh Ka Satria..aku masih inget ko.”
“ada apa ya ka?” tanyaku lagi sedikit basa-basi.
“emm..lagi bête aja nih pengen ngobrol, terus Kaka inget kamu jadi Kaka Telpon deh..”
“engga ganggukan?” tanyanya harap-harap cemas.
“engga ko Ka, kebetulan aku juga lagi ga ngapa-ngapain.” Sebetulnya aku lagi ngga mau di ganggu tapi yasudahlah ujarku dalam hati. Percakapan kami pun berlanjut hingga tak terasa kupingku sudah panas panas karena lamanya kami berbicara. Dalam hati ku berkata “ini anak pulsanya kok engga abis-abis ya”. Pukul sepuluh malam baru kami selesai.
Sejak malam itu aku dan Ka Satria Menjadi dekat. OPJ pun telah selesai. Dari OPJ itulah aku menjadi dekat, karena Ka Satria sering membantuku jika Aku kesulitan menghadapi para senior. Seiring dengan berjalannya waktu sering sekali kami jalan berdua dan makan siang berdua baik itu kantin di daerah kampus maupun diluar. Tapi terkadang juga beramai-ramai dengan para sahabatku. Nita dan yang lainnya sering sekali bertanya tentang hubugan Aku dan Ka Satria.
“Sin, kamu udah jadian belom sama Ka Satria, traktir kita-kita donk kalau udah”. Goda Nita sambil meminta persetujuan yang lain.
”iya nih traktir kita-kita donk” timpal Ani, yang lainpun mengangguk setuju.
”duh kalian ini. Aku kan belum jadian sama Ka Satria”
“lagian kalau Aku jadian, pasti Aku cerita sama Kalian”. Jawabku.
“berarti kamu beneran suka nih dengan Ka Satria?” selidik Lidia.
“udah ahh” Aku pun menutup tema pembicaraan. Mereka tertawa jahil dan akhirnya mereka pun berhenti menggodaku.
Hari-haripun berlalu dengan cepat. Disamping kuliah yang padat dan tugas-tugas yang menumpuk. Komunikasi antara Aku dan Ka Satria terus berlanjut hingga tak terasa sudah sebulan Aku mengenalnya. Aku ingat, hari itu adalah Hari Sabtu, Ka Satria mengajakku pergi ke sebuah Café tempat favoritnya. Nama café itu adalah Cool Café. Tempatnya sih memang lumayan keren dan yang pasti kesan romantisnya terasa banget di tempat ini. Aku senang sekali Ka Satria mengajakku ke tempat ini, Cuma aku harus jaga sikap, gengsi donk kalau ketauan aku seneng banget diajak kesini. Dan ternyata bukan hanya tempatnya saja yang bagus, makanan dan minumannya pun enak banget. Kamipun menikmati hidangan sambil curhat macam-macam. Setelah selesai makan Aku merasakan ada yang aneh dengan sikap Ka Satria. Mukanya menjadi merah dan ia tampak komat kamit sendiri. Lalu Ia pun bicara.
“emmm..Sinta..sebenernya udah dari dulu Kaka pengen nanya sesuatu sama Kamu?”
“Aduh gimana ya ngomongnya..” tanyanya lebih tepat pada diri sendiri.
“Emang mau nanya apa Ka? Tanya aja lagi”. tanya ku dengan bingung.
Ka Satria terlihat gugup dan wajahnya memerah mungkin karena malu. Beberapa kali mulutnya terbuka hendak berbicara tapi tak ada suara yang keluar dari mulutnya. Seakan tenggorokannya tersumbat sesuatu. Akhirnya setelah beberapa saat yang menegangkan Ia pun berbicara.
“Sebetulnya Aku lagi jatuh cinta sama seorang cewek, dia adik tingkatKu”. Ia pun mulai berbicara.
“Dari semenjak pertama bertemu pada acara OPJ, cuma Kaka bingung ngungkapin perasaan Kaka sama Dia..”keluhnya dengan muka memelas.
“Kaka engga tau perasaan dia sama Kaka gimana,”.
“Oh jadi itu masalahnya” dengan sedikit terkejut. Aku baru tau ternyata Ka Satria lagi jatuh cinta.
“Iya…menurut kamu Kaka ini orangnya gimana?” tanya Ka Satria padaku sambil menggaruk belakang kepalanya, raut mukanya sudah tak semerah tadi tapi gugupnya masih tampak.
“Emm...kalau menurut Aku Ka Satria itu orangnya Baik, ramah, dewasa iya, salah kalau cewek itu engga mau sama Kaka” Tuturku dengan semangat.
“Jadi tinggal Kakanya aja Pede, Ok” sambil mengacungkan kedua jempolku memberi semangat.
“Emangnya siapa sih cewek yang beruntung itu?”. Tanya ku pada Ka Satria.
“Serius Kamu pengen tau Sin?” tanyanya lagi padaku.
Aku pun mengangguk semangat.
“Cewek itu…cewek itu..”
“Cewek itu Kamu Sinta” jawabnya sambil menatap ku tajam seolah berusaha menembus pikiranku.
Tak ayal lagi aku terkejut setengah mati. “Aku” ulangku dalam hati. Aku sempat shock beberapa menit. Entah karena saking terkejutnya hingga arwahku seperti sempat terlepas dari tubuhku tapi itu tidak mungkin. Akhirnya Aku kembali kealam sadarku.
“Ka Satria...engga salah nih”. Sikap pedeku yang tadi pun langsung lenyap berubah jadi kegugupan.
“Aku serius..gimana Sin, Kamu mau jadi pacar Aku?”. tanyanya penuh harap.
Aduh gimana ya tanya ku dalam hati. Ka Satria emang sih lumayan ok, orangnya juga baik dan romantis juga, Aku cuma sekedar suka aja sama dia, tapi engga cinta. Terima jangan ya tanyaku dalam hati. Tapi aku juga masih sendiri jadi engga masalah juga kali. Akhirnya setelah pergulatan batin yang seru Aku pun setuju menerimanya jadi pacarku. Tampak raut wajah lega dari Ka Satria dan senang bukan main. Kami berdua pun pergi dari Cool Café. Rencananya hari ini Kami berdua mau nonton di twenty one, itu tuh bioskop favorit mahasiswa.
Hari minggu para sahabat-sahabat ku datang bermain ke rumahku. Aku pun dengan semangat menceritakan kejadian kemarin pada sahabat-sahabatku. Sahabat-sahabatku pun turut bahagia atas apa yang terjadi padaku. Dan sesuai janji aku pun mentraktir mereka semua makan Bakso langgananku tak jauh dari rumahku.
Hari-hari indahku pun berlanjut. Walau disela kesibukan perkuliahan Kami selalu meluangkan waktu untuk bertemu walaupun terkadang hanya untuk makan siang. Tiga bulan sudah Aku dan Ka Satria menjalin kasih. Aku pun semakin mengerti kepribadianya dan tanpa disadari Aku pun telah jatuh cinta padanya. Kehidupan perkuliahanku pun semakin berwarna-warni.
Ka Satria orang yang apa adanya dan tak banyak menuntut, serta berpikiran kedepan. Tak jarang ketika Aku dan Dia sedang berkendaraan berdua dengan sepeda motor kesayangannya melewati deretan rumah-rumah. Dia sering berkata kelak jika kita menikah Kaka ingin kita punya rumah seperti itu tunjuknya pada salah satu rumah. Aku sih hanya bisa tertawa sambil berkata, jauh amat mikirnya Aku kan masih lama Kuliahnya, jika sudah begitu dia selalu berkata memang kamu engga mau nikah sama Kaka? Tentu Aku jawab mau. Jika sudah seperti itu aku merasa menjadi orang paling bahagia didunia.
Sepuluh bulan sudah Aku dan Ka Satria berpacaran. Kami sudah seakan tak bisa dipisahkan. Tapi hari-hari indah itu pun akhirnya usai sudah. Ketika hari itu tiba. Hari itu Aku masih ingat, hari Senin. Sore hari yang cerah dan sejuk. Aku Dan Ka Satria sedang ngobrol di taman kampus. Kemudian Ka Satria berkata hal yang mengejutkan sekaligus menyakitkan hatiKu.
“Sin, Kaka mau ngomong hal serius nih Sama Kamu”. Tuturnya dengan tatapan serius.
“Ngomong aja lagi Ka”. Jawab ku santai.
“Kaka lagi suka sama seseorang selain Kamu Sin”. Lanjut Ka Satria.
Aku seakan tersambar petir mendengarnya. Tak percaya dia bisa berbicara seperti ini padaku.
Aku seakan tersambar petir mendengarnya. Tak percaya dia bisa berbicara seperti ini padaku.
“Tapi Kaka Tetap suka sama Kamu”
“Kaka ingin Kita jalan seperti biasa walaupun nanti Kaka punya Cinta lain selain Kamu”. Lanjutnya berusaha meyakinkanku. Aku hanya bisa terdiam tak mampu berbicara.
“Cinta Kaka ke Kamu engga akan pernah hilang…”
“jadi biar adil Kamu boleh kok jadian lagi sama cowok lain, tapi Kamu engga boleh terlalu dalem sama dia” Sarannya padaku.
Bersambung...













